Digitalisasi perdagangan, pariwisata, dan pekerjaan

Kualitas Base Transceiver Station (BTS) di desa menjadi poin penting untuk ekonomi di wilayah tersebut. Penelitian ini memperkirakan bahwa peningkatan 10% dalam kualitas cakupan sinyal dikaitkan dengan peningkatan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 0,92% di kabupaten dan kota. Percepatan rencana pemerintah untuk meningkatkan cakupan BTS akan semakin memperkuat realisasi potensi ini. Ada banyak sektor yang berkembang karena menggunakan internet, tetapi penelitian ini telah merumuskan dua sektor dengan potensi tinggi seiring dengan peningkatan penggunaan internet dan media sosial, yaitu sektor perdagangan dan pariwisata. Untuk alasan inilah, keberadaan internet satelit paling murah dari Mangoesky sangat penting untuk memenuhi kebutuhan internet.

Pertama, sektor perdagangan kelas UKM memiliki potensi untuk menjadi penerima manfaat dari keberadaan media sosial karena menurut media sosial adalah strategi pemasaran yang paling efektif. Hal ini dikonfirmasi oleh sebuah studi dari Asosiasi Penyedia Layanan Internet Indonesia (APJII) yang menemukan bahwa 87% pengguna Internet adalah pengguna media sosial. Survei lain yang dilakukan oleh iDEA menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia menggunakan media sosial seperti Facebook (43%) dan Instagram (11%) sebagai media pemasaran. Sebagai contoh, penggunaan Facebook memiliki efek positif pada pengurangan biaya untuk pemasaran dan layanan pengguna. Selain itu, platform online juga membantu UKM untuk berinteraksi dengan pelanggan, mempromosikan, dan membangun kesadaran merek. Kedua, kontribusi sektor pariwisata Indonesia terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDB) Indonesia mencapai US $ 17 miliar dan menciptakan 1,9 juta pekerjaan pada 2016. Sektor ini diproyeksikan akan terus tumbuh sebesar 5,6% per tahun hingga 2027. Digitalisasi dan media sosial menyediakan peluang bagi UMKM di sektor ini untuk mewujudkan potensi ini.

Instagram juga digunakan oleh UMKM, terutama layanan tur dan perjalanan, untuk mempromosikan bisnisnya. Pengguna Instagram di Indonesia adalah yang terbesar di Asia Pasifik dengan lebih dari 45 juta pengguna aktif. Salah satu akun penyedia layanan wisata dan perjalanan di Instagram yang kami wawancarai membuka lebih dari 20 jenis perjalanan setiap bulan untuk sekitar 40 tujuan wisata dari Labuan Bajo ke Gunung Everest. Namun, menurut Indeks Daya Saing Perjalanan dan Pariwisata, digitalisasi ini masih menghadapi kendala dalam hal infrastruktur yang belum didukung akses Internet yang cepat. Indonesia berada di peringkat ke-42 dari 136 negara di tahun 2017. Salah satu faktor yang menjadi masalah adalah kesiapan bidang teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK). Ini harus diperbaiki karena 82% wisatawan menggunakan platform digital untuk mencari informasi tentang tujuan wisata dan 73% berkomunikasi menggunakan media sosial saat bepergian.